Usia 14 Tahun

14 tahun, aku telah hidup di dunia ini. Banyak hal yang telah aku lalui, ada senang, ada sedih, ada kecewa, ada marah, ada mengharukan, dan ada yang mengejutkan.
Kali ini, aku akan coba memflash-back apa yang telah aku lalui.

Waktu TK
Pada saat itu, aku dan sepupuku masuk TK. Dan dia adalah satu-satunya temanku di TK. Dan aku juga adalah satu-satunya temannya di TK. Waktu TK dulu, aku nggak minat belajar. Lebih suka main sama abangku di rumah, atau main sama sepupuku yang tadi, atau main sendirian. Waktu kecil dulu, aku memang nggak terbiasa dengan orang-orang asing (selain keluarga). Mungkin itu ya, makanya aku kurang nyaman komunikasi sama orang lain. Tapi, aku akan terus mencoba.🙂

Waktu SD : Kelas 1 – 3
Pada saat masuk SD, aku pun masuk SD yang sama dengan sepupuku yang tadi. Kami sering main-main sama. Pada saat pulang sekolah, aku dan dia main kelereng (guli), main PS di rumahnya, atau bahkan main bola berdua di parkiran. Pada saat pertengahan kelas 2, dia pindah ke Jakarta. Dan waktu itu, aku nggak ada teman main, sehingga aku sangat sering main sendiri. Aku dulu paling suka main pensil-pensilan. Dimana pensil-pensil itu aku imajinasikan seperti manusia yang bisa berperilaku seperti manusia. Atau mirip seperti main boneka-bonekaan lah. Pensil – pensil itu saling bertarung atau hal yang lainnya. Hobiku ini berlangsung sampai kelas 5 SD.
# wah, jadi malu xD
Atau jika aku bosan main itu, aku kadang-kadang pergi ke tempat yang sepi (tidak banyak orang). Aku beristirahat disana. Entah kenapa, pada saat itu aku nggak takut kerasukan, hantu, setan, atau yang lainnya.😀
Pada saat kelas 3 SD, aku mempunyai beberapa teman, memang nggak terlalu banyak sih, kira-kira 10 orang, termasuk seorang perempuan yang duduk semeja denganku. Memang sih, orangnya ramah. Tapi cerewetnya minta ampun.😀

Waktu SD : Kelas 4 – 6
Di kelas 4, aku duduk sama perempuan lagi. Kalau perempuan yang ini orangnya pendiam, nggak mau banyak ngomong. Jadi, wajar aja ya, kalau sifatku rada-rada perempuan sedikit. Waktu kelas 4 dulu, aku orangnya suka sakit dan pernah sakit cacar air. Pada saat itu, aku baru mulai mengerti disiplin. Karena wali kelasnya pada saat itu tegas sekali. Akhir semester 1 kelas 4, aku mendapat juara 2. Padahal aku sama sekali nggak tertarik sama pelajaran. Dan pada saat itu juga, semua yang ada di kelasku adalah temanku. Masuk ke kelas 5, kami mengadakan pemilihan ketua kelas. Diluar dugaan, aku ternyata menjadi ketua kelas. Dan itu merupakan pengalaman yang menarik karena aku yang dulunya itu, lemah, nggak tegas, dan sifatnya rada perempuan sedikit bisa berubah menjadi kuat, tegas, dan bijaksana. :3
Pada saat kelas 5, teman semejaku perempuan lagi, dan ini lebih gila dari yang sebelum-sebelumnya. Mungkin ini sengaja dibuat guruku agar aku bisa lebih berkomunikasi dan dia bisa lebih diam dan tenang. Dan aku senang punya teman dia beserta dengan teman-teman yang duduk di belakang, depan, atau sampingku walaupun mereka semua bisa dibilang agak aneh. -_-
# kalau dia baca ini, pasti dia akan merepet nih.😀
Di kelas 6, aku duduk sama perempuan yang tadi lagi, rasanya senang nih, ada kawan bercanda..

Waktu SMP
Akhirnya aku memasuki dunia baru, SMP. Rasanya sangat indah sekali. Aku sangat suka dengan sekolah beserta teman-teman baruku. Aku berjanji untuk belajar dengan serius. Sampai pada akhirnya aku masuk bimbingan belajar Ganesha Operation. Mengubah sudut pandangku yang dulunya aku kira belajar itu nggak enak, menyulitkan, dan lain sebagainya. Aku menemukan cara-cara yang menarik dalam belajar. Kelas 1 dan kelas 2 sdh aku lalui. Dan aku mendapat juara 1 berturut-turut. Wah, senangnya.

Yah, itulah perjalanan saya. Tapi, Menurut saya ada yang janggal pada saat saya SD dengan pada saat saya SMP. Apa? Yaitu perbedaan sikap teman-teman saya. Karena pada saat dulu, temanku biasa-biasa aja dengan ku. Tetapi sekarang, mungkin mereka merasa segan kepadaku. Entah karena apa, atau karena aku orgnya selalu tertutup / pendiam. Atau memang karena aku nggak mengerti perasaan orang lain. Atau sebagainya. Tapi, ya sudahlah. Itu bukanlah sebuah masalah besar bagiku.

Terima kasih buat kalian semua yang mau membaca ceritaku ini. Sampai jumpa nanti lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: