Myshoot Chapter 2

Chapter 2 Myshoot akhirnya telah selesai. Mohon maaf apabila ceritanya jelek, kurang menarik, dan gaya tulisannya jelek. Aku sudah berusaha semakimal mungkin. Sebenarnya aku nggak ada bakat untuk nulis cerita. Tapi aku sngat terobsesi dengan cerita misteri yang membuatku ingin membuat cerita misteri. Bisa dibilang aku hanyalah seorng amatiran. Jadi, kritik dan saran sangat diharapkan, agar aku bisa membuatnya lebih baik lagi. Baiklah, ini dia :

CHAPTER 2 : Alibi
“Kita harus masuk kelas, mari lanjutkan penyelidikan ini di jam istirahat kedua” kata Mira. Mereka kembali ke kelas mereka dan belajar.
“Aku harus menunggu istirahat kedua 2 jam lagi, aku jadi nggak sabar.” Akira melamun pada saat guru sedang mengajar.
“Apabila kapur kita masukkan ke larutan kimia ini, maka apa yang akan terjadi? Nah sekarang coba jawab siswa yang dipojok kanan belakang!” pak guru menunjuk ke arah Akira.
“Eh, ada apa pak?” Akira terkejut dan langsung berdiri. Hal tersebut tentu menjadi bahan tertawaan kelas.
2 jam telah berlalu, terdengar bunyi bel istirahat. Akira bersama teman-temannya langsung pergi ke lantai 3 untuk melanjutkan penyelidikan mereka.
Di tangga menuju lantai 3, Yusuke berkata, “Jadi, ini tempat korban terjatuh?”
“Ya,” jawab Mira
Sekarang mereka sudah sampai di depan ruang klub Myshoot. Dan Akira mengetuk pintunya.
“Silakan masuk!” seseorang berkata dari dalam ruangan tersebut.
“Suara itu!” gumam Akira (bicara dalam hati). Sepertinya Akira mengenal suara orang itu.
Lalu, Akira dan teman-temannya masuk ke dalam ruangan itu.
“Hai, selamat siang! Ada yang bisa kami bantu?” kata orang yang tadi.
“Nah, itu dia siswa yang aku lihat pada saat itu,” Mira mengatakannya kepada Akira dan Yusuke.
“Di, dia kan….” Akira terkejut.
“Dia siapa?” bisik Yusuke kepada Akira.
“Dia kan kakakku!” Akira terkejut.
Taro, kakaknya Akira dan Akira bertemu di ruang klub Myshoot.
“Kamu punya kakak? Tapi aku tak pernah melihatnya,” tanya Yusuke
“Ya, memang kakakku sering di dalam kamar sendirian,” jawab Akira.
“Ada yang bisa kami bantu atau kalian ingin daftar ke klub ini?” tanya Taro
“Tidak! Kami tidak akan bergabung dengan klub ini!” Akira terlihat kesal.
Lalu Mira berkata, “Sebenarnya, kami kesini untuk menyelidiki kasus siswa yang terjatuh tadi,”.
“Tepat sekali! Kami baru saja mendiskusikan tentang hal itu,” kata Taro.
“Jadi, apa saja yang kalian dapat?” kata Yusuke
Lalu Taro menjawab, “Pertanyaan yang bagus! Kami menyimpulkan bahwa ada 3 siswa yang dapat dijadikan tersangka,”
“Lho, bukannya itu kecelakaan?” kata Akira.
Lalu Taiko, temannya Taro menjawab, “Tidak, itu bukan kecelakaan. Aku menemukan kancing baju korban yang putus di dekat tangga di lantai 3. Artinya pelaku dan korban sedang bertengkar yang menyebabkan kancing baju korban putus. Lalu korban kehilangan keseimbangan yang mengakibatkannya terjatuh dari tangga,”
“Jadi, siapa tersangkanya?” tanya Yusuke
Taro menjawab, “Kami mendapat informasi bahwa di kelas korban (kelas 2A) ada 3 orang yang keluar dari kelas pada saat korban juga keluar. Tidak banyak bukan? Hal itu karena kejadiannya terjadi pada saat jam belajar. Nama-nama mereka adalah Yumi, Masato, dan Tami.”
Mira berkata, “Bukannya siswa kelas lain juga bisa melakukannya? Bisa saja pelaku dari kelas lain membuat janjian dengan korban untuk sama-sama keluar keluar dari kelas,”
Sumi, anggota Myshoot menjawab, ” Tidak mungkin! Kami sudah memeriksa korban dengan barang-barangnya. Kami tidak menemukan HP korban ataupun surat dari siswa kelas lain untuk mengadakan pertemuan. Namun, kami menemukan surat dari Yumi, teman sekelas korban, yang merupakan salah seorang tersangka yang isinya datang untuk bertemu di gudang sekolah yang berada di luar sekolah,”
Mira berkata, “Selain itu, mungkin bisa saja pelaku yang berasal dari kelas lain mengambil HP korban agar buktinya lenyap,”
Sumi berkata, “Itu juga tidak mungkin, kami sudah menghubungi keluarga korban. Dan mereka mengatakan bahwa HP korban ada di rumahnya. Artinya korban tidak membawa HP ke sekolah,”
Taro berkata, “Jadi kesimpulannya hanya ada 3 orang yang dapat dijadikan tersangka. Hal ini membuat kita mudah untuk menemukan pelakunya. Menarik bukan?”
“Ya, ini menjadi semakin menarik,” kata Akira
Lalu, muka semua orang di ruangan itu seperti muka yang haus akan misteri.
“Jadi, tersangkanya hanya 3 orang, bukan? Apa kau tahu alibi para tersangka?” tanya Yusuke.
Taro, “Kami belum sempat menanyakannya, tapi kami sudah menyuruh mereka untuk datang kesini setelah pulang sekolah,”
“Permisi,” terdengar dari luar pintu.
“Nah, itu mungkin mereka,” Taro.
Lalu, ketiga tersangka masuk, mereka adalah Yumi, Masato, dan Tami.
“Terima kasih telah datang, kami memanggil kalian karena salah satu dari kalian mungkin adalah pelaku yang menjatuhkan mayumi dari tangga,”
Lalu, Tami membentak, “Kalian mencurigaiku?”
Masato, “Lagipula, kan ada banyak orang di sekolah ini. Mengapa harus kami bertiga?”
Lalu, Taro menjelaskan semua alasannya kepada mereka.
Taro, “Sekarang, giliranku yang bertanya kepada kalian. Aku mulai dari Yumi. Kamu tahu surat ini kan? Aku menemukannya terselip di buku korban di kelasnya. Mengapa kamu mengajak korban untuk pergi ke gudang sekolah dan pada saat kamu keluar dari kelas, apa yang kamu lakukan?”
Yumi menjawabnya dengan malu, “Aku hanya ingin mengobrol dengannya sebentar. Lagipula aku bosan di dalam kelas. Aku ingin dia menemaniku,”
Masato tersenyum geli, “He he he, jadi selama ini kau sering keluar kelas karena bosan mendengarkan penjelasan guru?”
Yumi melanjutkan, “Pada saat itu, aku yang pertama keluar kelas menuju gudang yang berada di luar sekolah. Aku menunggu dia disana, tapi Mayumi tidak datang. Jadi aku kembali ke kelas. Di tangga menuju ke kelas, Aku melihat seseorang yang pingsan yang kalian bawa ke ruang UKS. Aku tidak tahu siapa dia, jadi aku langsung masuk ke ruang kelas,”
Pertanyaannya dilanjutkan ke Masato, “Aku kehabisan tinta pulpen. Jadi pada saat itu, aku membeli di tempat persediaan alat tulis sekolah di lantai 4. Setelah membelinya, aku langsung kembali ke kelas,”
Pertanyaan dilanjutkan ke Tami, “Aku keluar dari kelas setelah Masato keluar. Aku hanya buang air kecil di toilet dekat tangga menuju lantai 4. Setelah itu aku langsung menuju ke kelas,”
Taro, “Jadi urutan keluar kelasnya, Yumi, Mayumi, Masato, lalu Tami, bukan?”
Akira sedang berpikir. Tak lama kemudian ia menyadari sesuatu. Dia langsung pergi menuju gudang sekolah yang berada di luar sekolah. Dia membuka pintu gudang sekolah dan menemukan sesuatu,
‘Ternyata begitu,’ gumam Akira dengan wajah yang sedikit tersenyum.
TO BE CONTINUED

Bagaimana? Sudah tahukah siapa kira-kira pelakunya? Kalau belum, jangan lewatkan Myshoot Chapter 3 (yang terakhir).šŸ˜„ Jangan lupa, kritik dan saran sangat diharapkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: