Murder Case at Home (Case and Resolution)

Kasus ini berasal dari “Detektif-Detektif Indonesia”, sebuah channel di BBM (PIN: C0032145E). Aku repost di blog ini untuk mengarsipkannya. Ikuti pekembangan case dariku di “Detektif-Detektif Indonesia”.

Case

Didi (26 tahun, penulis) ditemukan tewas di kamar andi rumahnya. Korban meninggal karena kepalanya yang tertusuk pisau dan banyak cabikan dan luka di tubuh korban. Seluruh lantai di rumah korban berdarah dan juga terdapat lumpur.Di pakaian korban terdapat noda kopi. Menurut keterangan seorang tersangka, korban ditemukan oleh Ben (23 tahun, petani), adik korban, sewaktu dia pulang ke rumah. Namun, pintu kamar mandi yang gagangnya berbentuk lingkaran terkunci dari dalam. Jadi, polisi yang membukanya dengan keahlian tertentu. Di kamar mandi itu, terdapat jendela kecil yang terkunci rapat. Polisi ragu apakah ini kasus pembunuhan atau bunuh diri. Jika ini kasus pembunuhan, polisi mencurigai :

1. Ben, adik korban. “Pada saat itu, aku pulang dari sawah dengan mengendarai sepeda. Dan pada saat itu, aku melihat lantai yang penuh darah. Dan aku cari abangku dimana-mana, tetapi tidak ada. Pada saat itu, ada pintu kamar mandi yang terkunci, aku tidak berani membukanya, jadi kutelepon polisi untuk membukanya.”

2. Kurosaki, teman korban. “Pada saat itu, aku berkunjung ke rumah korban untuk mendiskusikan tentang sebuah buku yang kami buat bersama-sama. Setelah selesai, aku pulang ke rumahku.”

Polisi bingung apakah ini kasus pembunuhan atau bunuh diri. Jika pembunuhan, bagaimana trik si pelaku agar dapat keluar dari pintu yang terkunci? Dan juga, siapa pelakunya?

Resolution

Pembunuhnya adalah Kurosaki, rekan korban dalam menulis suatu buku. Hal ini dapat diketahui dari noda kopi di pakaian korban. Mungkin pada saat korban mengundang kurosaki, mereka membuat kopi sambil membahas masalah buku yang akan mereka buat. Lalu, pada saat Kurosaki membunuh korban, korban menumpahkan sedikit kopi di pakaiannya untuk memberi pesan bahwa tamunya yang telah membunuhnya. Noda kopi itu bukan pesan kematian yang dibuat-buat Ben, si adik, untuk melimpahkan tuduhan kepada Kurosaki, jika Ben pembunuhnya. Hal itu karena Ben tidak tahu bahwa Kurosaki akan datang mengunjungi abangnya, karena dia berada di sawah dari pagi hari. Motif pembunuhannya mungkin mengenai masalah pembuatan buku tersebut. Ini dapat diketahui dari pembunuhannya yang tidak terencana.

Kurosaki membunuh korban di ruang tamu dan menyeretnya ke kamar mandi sehingga ada banyak darah di lantai rumah korban. Dia memasukkan korban ke kamar mandi, lalu menekan tombol di tengah gagang pintu bagian dalam pada saat pintu terbuka. Lalu, ia keluar dari kamar mandi dan menutup pintunya dengan menariknya tanpa memutarnya. Sehingga pintu tidak bisa dibuka dari luar dan terciptalah pembunuhan ruang tertutup.

Beberapa kondisi pengecoh :

1. Ada lumpur di lantai. Bagaimana jika kamu pulang ke rumah, lalu melihat banyak darah di lantai? Panik, bukan? Dalam kasus ini, Ben panik sehingga lupa melepas sepatunya yang berlumpur sehabis pulang dari sawah. Lalu, Ben mencari korban di rumahnya, sehingga banyak lumpur di lantai.

2. Jendela kecil yang terkunci rapat. Jelas tidak mungkin melakukan pembunuhan ruang tertutup dengan melibatkan jendela ini.

CASE CLOSED

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: