Monthly Archives: April, 2017

Kesan selama SMA

Awalnya, saya merasa minder berada di SMA ini. Saya merasa hanya ada saya sendiri karena perbedaan saya dengan teman-teman yang lainnya tentang bahasa, suku, agama, kebiasaan, dan lain-lain. Masalah ini ditambah lagi dengan kekurangmampuan saya untuk bersosial dengan yang lain.

Namun, saya tidak berpikir seperti itu lagi sekarang. Memang, awalnya saya tidak punya seorang pun yang saya kenal sebelumnya di sini. Meskipun begitu, saya punya pengalaman yang luar biasa di SMA ini. Dimulai dari teman-teman saya di 10 MIA 11 dulu, saya tidak tahu dari mana awal mulanya, tetapi saya bisa menjadi berteman dengan mereka. Kami melewati rintangan bersama-sama, mulai dari tumpukan PR, projek, dan tugas kelompok. Hal yang paling saya ingat adalah tugas kelompok kimia tentang pengamatan polusi berdasarkan metode ilmiah. Kami pergi ke pasar untuk mengobservasi sampah-sampah di sana. Itu adalah pertama kalinya aku melakukan hal tersebut.

Setelah beberapa bulan di kelas 10 MIA 11, saya pindah ke kelas 10 MIA 1. Berbeda dengan sebelumnya yang mayoritas siswanya menggunakan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari, mayoritas siswa di kelas 10 MIA 1 aktif menggunakan bahasa Hokkien, yang merupakan bahasa yang saya tidak mengerti. Jadi, di awal-awal saya agak sedikit pasif. Orang yang menemani saya di sini awalnya adalah Michael Ciawi, yang sebelumnya juga dari kelas 10 MIA 11. Tetapi, lama-kelamaan saya punya banyak teman di sini.

Di kelas 11, saya lebih merasa nyaman berada di sini. Pada waktu itu, saya juga mendapatkan seorang sahabat dari kelas lain. Ini adalah pertama kalinya saya mempunyai sahabat.

Di kelas 12, saya sudah semakin merasa dekat dengan teman-teman saya di kelas. Saya sudah merasa bahwa saya tidak hanya menumpang belajar saja di sekolah ini, tetapi juga saya mendapatkan relasi yang baik dengan teman-teman saya. Selain itu, saya juga belajar cukup banyak bahasa Hokkien dari mereka, seperti percakapan sehari-hari dan juga kata-kata “khusus”, misalnya “l*n ciao” (credit : K. L.), “ciak cib*i” (credit : W. A.), “c*o o lang”, dan “l*n pa” (credit : Ciawi). Tidak hanya di kelasku, saya juga mempunyai banyak teman di kelas-kelas lain pada saat itu. Pemikiran saya yang awalnya saya hanya belajar saja di sekolah ini sudah benar-benar berubah sekarang! 😉

%d bloggers like this: