Belajar Bahasa G #2

Postingan ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya, yaitu : Belajar Bahasa G #1. Jadi, saya sarankan untuk membaca postingan yang pertamanya dahulu apabila belum pernah membacanya.
Linknya mana?
Hohoho, saya males masukkan linknya. Kamu aja yang mencarinya, OK? Lagipula belajar itu nggak boleh males dan harus berjuang keras. XD

ATTENTION PLEASE! Mohon tidak untuk terlalu serius dalam pelajaran ini. Toh, sebenarnya ini lebih banyak bercandanya daripada belajar.

Selamat datang di Hilmfiksm e-Learning! Disini, kamu bisa membaca postingan-postingan seputar pelajaran dari yang aneh sampai yang bikin kamu pusing.

Pada postingan semalam, aku berjanji akan membuat postingan kedua Belajar Bahasa G, yaitu tentang membuat kalimat dengan Bahasa G (menulis dan berbicara).

MEMBUAT KALIMAT DENGAN BAHASA G

Kamu tahu, bukan, mengapa pelajaran ini terpisah menjadi 2? Itu karena cara untuk membaca bahasa G berbeda dengan cara untuk menulisnya. Dan, mengapa pelajaran membuat kalimat aku masukkan di pelajaran kedua? Itu karena membuat kalimat lebih sulit daripada membacanya. Jadi, konsentrasi ya?

1. Memisahkan kata menjadi suku kata
Sebenarnya ini sangat mudah. Mungkin kamu telah mempelajarinya di saat kelas 3 SD. Langsung aja ke contohnya.
Lemari jika dipisahkan menjadi le-ma-ri
Terompet jika dipisahkan menjadi te-rom-pet
Plastik jika dipisahkan menjadi plas-tik
Tapi, proses pemisahan disini sedikit berbeda dari yang biasanya kamu pelajari di sekolah, contohnya :
Gantungan
Di sekolah, pemisahannya akan menjadi : gan-tung-an
Tapi, kalau disini, tergantung cara kamu membacanya, jadi ini akan menjadi : gan-tu-ngan
Penyamaran
Di sekolah : pe-nya-mar-an
Disini : pe-nya-ma-ran
DLL…

2. Menambahkan huruf G beserta vokalnya yang sesuai
Penambahan ini akan dibuat di setiap suku kata. Huruf vokalnya tergantung dari huruf vokal setiap suku katanya. Contohnya :
Lemari => le-ma-ri => lEgE-mAgA-rIgI => legemagarigi
Bagaimana jika ada huruf konsonan setelah huruf vokal pada suku kata? Contohnya : suku kata rom pada kata terompet. Caranya adalah hilangkan huruf konsonan, lalu setelah menambahkan huruf G beserta vokalnya yang sesuai, kamu tulis huruf konsonan yang sudah terhapus, di akhirnya. Bingung ya? Contoh :
rom => romgoM => rogom
pet => petgeT => peget
plas => plasgaS => plagas
tik => tikgiK => tigik
Jadi, kata :
Terompet => te-rom-pet => tege-rogom-peget => tegerogompeget
Plastik => plas-tik => plagas-tigik => plagastigik

Yap, itulah langkah-langkah dalam membuat kata-katanya. Jadi, kalau mau buat kalimatnya, tinggal buat bahasa G di setiap kata, lalu gabungin.
Contoh :
Sampai jumpa lagi :
Sampai => sagam-pagai
Jumpa => jugum-paga
Lagi => laga-gigi (ha? Laga gigi? XD)
Sagampagai jugumpaga lagagigi
END

Advertisements

Belajar Bahasa G #1

Seperti biasa, aku akan ngeposting hal-hal yang unik. Have fun dan selamat membaca!!! 🙂

ATTENTION PLEASE! Mohon untuk jangan ditanggapi secara serius postingan ini. XD

Selamat datang di Hilmfiksm e-Learning. Kali ini, kita akan belajar bahasa yang bisa dibilang hampir punah dari Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia, saya berkewajiban untuk menyelamatkan bahasa tersebut. Ya, sesuai dengan judul di atas, bahasa yang akan kita pelajari adalah Bahasa G.

Terdengar cukup aneh, bukan? Jika kamu mencoba untuk berpikir, maka akan terlintas di kepalamu bahwa bahasa G itu adalah bahasa yang menggunakan huruf G. Ya, itu benar. Dalam mempelajari bahasa G nanti, kamu akan banyak bertemu dengan huruf G.

Sebenarnya, aku menemukan bahasa G sekitar 4 tahun yang lalu (waktu kelas 6 SD). Setelah waktu terus berjalan, aku melupakan bahasa G ketika SMP. Pada suatu hari, adikku berbicara kepadaku dengan bahasa G. Ketika itulah aku mengingat kembali bahasa G. Lalu, aku berniat untuk melestarikan bahasa G sebelum negara api menyerang. Aku yakin, Avatar pasti akan kembali. Hei, hei, apaan sih ini. Topiknya udh melenceng nih.

Ok, masuk ke sub-topik yang pertama :
Mengapa memakai huruf G?
Mmmm, kenapa ya? Aku juga nggak pernah kepikiran mengapa pakai huruf G. Mungkin supaya enak diucapkan atau didengar. Atau, penciptanya kebetulan suka aja sama huruf G. Lagipula inikan Bahasa G, jadi nggak mungkin huruf utamanya huruf H atau yang lainnya.

Dalam belajar bahasa G, pelajarannya akan dibagi menjadi 2 : menafsirkan bahasa G (membaca dan menyimak) dan membuat kalimat dengan bahasa G (menulis dan berbicara).

1. MENAFSIRKAN BAHASA G
Contoh kata dalam bahasa G :
Jegelegek
Jadi, jika kamu ingin menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, maka caranya : Kamu hilangkan suku kata yang terdiri dari huruf G beserta huruf vokalnya. Lalu akan menjadi begini : Jegelegek. Setelah dicoret, maka akan terbentuk kata “Jelek”. Gimana? Keren kan?
Ok, aku akan mencoba kata yang lainnya :
Kegertagas => Kegertagas => Kertas
Pugutigih => Pugutigih => Putih
Ok, sekarang mari terjemahkan kalimat ini :
Tegerigimagakagasigih agatagas kugunjugungaganmugu
Hapus : Tegerigimagakagasigih agatagas kugunjugungaganmugu
Terjemahan : Terimakasih atas kunjunganmu.

Hebatnya, ini bisa jadi kode rahasia kamu, biar orang lain nggak tahu apa yang kamu bicarakan atau tulis. Cukup sampai sini aja dulu. Pelajaran bagian kedua akan saya lanjut suatu hari nanti.

Terimakasih telah belajar disini. Semoga bermanfaat! XD

Agen Rahasia di Fesbuk #4 : Nama yang Aneh

£}“»•\>”÷{`%\»}%”~¤”£}`“|\}][«¥`±»{>«÷”“|\~%¡\~“”\¡£\`”~\€{±”÷\“•¥»>}»¥“`•\\`””
Hahahaha…
Setelah membaca mantra di atas, akhirnya aku…. Aku…. Aku….. Menyerah….
Yah, tema ttg nama yg Aneh merupakan kode yg tdk bisa aku pecahkan…
Jadi, cukup sampai disini saja perjuanganku…. Aku lelah… Aku capek…
Dan Setelah itu aku nyatakaaaaaan :
CASE UNSOLVED
# sambil ketuk palu 3 kali…
Bye-bye… Selamat jumpa di episode berikutnya….
.
.
.
.
.
.
Coming Soon!!! New Story!!!

Previous : Agen Rahasia di Fesbuk #3 : Nama yang Aneh

Next : ??? (sabar ya?)